Kamis, 18 April 2013

REAKSI DAN KEGUNAAN ETER



Reaksi

 Beberapa contoh reaksi penting eter adalah sebagai berikut.[2]

Pembelahan eter

Walaupun eter tahan terhadap hidrolisis, ia dapat dibelah oleh asam-asam mineral seperi asam bromat dan asam iodat. Asam klorida hanya membelah eter dengan sangat lambat. Metil eter umumnya akan menghasilkan metil halida:
ROCH3 + HBr → CH3Br + ROH
Beberapa jenis eter dapat terbelah dengan cepat menggunakan boron tribomida (dalam beberapa kasus aluminium klorida juga dapat digunakan) dan menghasilkan alkil bromida.[3] Berganting pada substituennya, beberapa eter dapat dibelah menggunakan berbagai jenis reagen seperti basa kuat.

Pembentukan peroksida

Eter primer dan sekunder dengan gugus CH di sebelah oksigen eter, dapat membentuk peroksida, misalnya dietil eter peroksida. Reaksi ini memerlukan oksigen (ataupun udaara), dan dipercepat oleh cahaya, katalis logam, dan aldehida. Peroksida yang dihasilkan dapat meledak. Oleh karena ini, diisopropil eter dan tetrahidrofuran jarang digunakan sebagai pelarut.

Sebagai basa Lewis

Eter dapat berperan sebagai basa Lewis maupun basa Bronsted. Asam kuat dapat memprotonasi oksigen, menghasilkan "ion onium". Contohnya, dietil eter dapat membentuk kompleks dengan boron trifluorida, yaitu dietil eterat (BF3.OEt2). Eter juga berkooridasi dengan Mg(II) dalam reagen Grignard. Polieter (misalnya eter mahkoya) dapat mengikat logam dengan sangat kuat.

Pembuatan eter :
-         Sintesis Williamson
-         Alkoksi mercurasi – demercurasi

Kegunaan Eter

§  Eter yang paling banyak digunakan adalahdietil eter atau etoksi etana
§  Eter digunakan sebagai pelarut senyawakarbon
§  zat disinfektan (pembunuh kuman)
§  zat anastesi
§  senyawa aditif pada bahan bakar untukmenaikan bilangan okta

Senyawa-senyawa eter yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1) Dietil eter (etoksi etana) biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik.
Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit, pelarut dari minyak, dsb.

 2) MTBE (Metil Tertier Butil Eter)
............CH3
.............|
CH3 – C – O – CH3
............|
..........CH3
Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan kedudukan TEL/TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+) seperti bila digunakan TEL/TML

3. Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.
4.metoksi propane(metal propel eter)
5.metoksi metana(dimetil eter)

PENGERTIAN DAN SIFAT ETER



ETER

Eter yang dimaksud adalah hanyalah salah satu anggota kelompok eter, yaitu senyawa yang mempunyai dua gugus organik melekat pada atom oksigen tunggal. Rumus umum eter ialah R-O-R’, yang R dan R’-nya bisa sama atau berbeda, gugusnya dapat berupa alkil atau aril. Pada anestesi umum kedua R-nya adalah gugus etil. CH3CH2-O-CH2CH3.
Eter merupakan isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril). Eter mengandung unsur C, H, dan O.

Sifat-sifat fisika
·         Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C.
·         Eter rantai C pendek medah larut dalam air
·         Eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organic
·         Mudah terbakar
·         Eter memiliki titik didih yang sebanding dengan hidrokarbon dengan berat molekul yang sama.
·         Titik didih rendah sehingga mudah menguap
·         Eter memiliki kelarutan dalam air yang sebanding dengan alkohol dengan berat molekul yang sama.
         Sangat berbeda bila dibandingkan dengan hidrokarbon.
         Pada umumnya bersifat racun
          Bersifat anastetik (membius)
           Molekul-molekul eter tidak dapat berikatan hidrogen dengan sesamanya,
·         Eter bersifat sedikit polar karena sudut ikat C-O-C eter adalah 110 derajat
·         Eter lebih polar daripada alkena, namun tidak sepolar alkohol,maupun ester
·         Eter dapat dipisahkan secara sempurna melalui destilasi.

Sifat Kimia
§  Eter bersifat inert seperti halnya alkana,
§   eter tidak bereaksi dengan oksidator, reduktor maupun basa. Sifat inilah yang menyebabkan eter banyak digunakan sebagai pelarut organik.
§  Eter sukar bereaksi, kecuali dengan asam halida kuat (HI dan H Br)
R – O – R1 + HX ---> R – O – H + RX
Dengan ketentuan :
– gugus alkil yang panjang yang membentuk alkohol
– gugus alkil yang pendek membentuk alkil halida
Contoh :
CH3 – O – CH2 – CH3 + H Br    --->     CH3 – CH2 – OH + CH3Br
Metoksi etana ...........As. Bromida ....Etanol Bromo......... Metana
§  Tidak bereaksi dengan Na dan PCl3


Beberapa alkil eter
Eter
Struktur
Titik lebur (°C)
Titidk didih (°C)
Kelarutan dalam 1 L H2O
Momen dipol (D)
CH3-O-CH3
-138,5
-23,0
70 g
1,30
CH3CH2-O-CH2CH3
-116,3
34,4
69 g
1,14
O(CH2)4
-108,4
66,0
Larut pada semua perbandingan
1,74
O(C2H4)2O
11,8
101,3
Larut pada semua perbandingan
0,45

FUNGSI ATAU KEGUNAAN HALOALKANA (HALOGENALKANA)


NO
RUMUS KIMIA
NAMA SENYAWA
KEGUNAAN
1
CH3Cl
Klorometana/klorometil klorida
Bahan pendingin, Industri silikon, dan zat pewarna,sebagai fumigon
2
CH3Br
Bromometana/metil bromida cair
Pemadam kebakaran pesawat terbang, bahan pengasapan pada penyimpanan biji-bijian dan buah-buahan
3
C2H5Cl
Klorometana/etil klorida cair
Pembuatan plastik etil selulosa,anestesi lokal operasi ringan membuta TEL (tetra etil lead)
4
CH2Cl2
Dikloromeana Cair
Pembuatan cat dan anestesi ringan
5
CHCl3
Trikloromrtana/klorofom cair
Bahan pelarut ekstraksi penisilin, anestesi (sudah ditinggalkan karena beracun), bahan utama freon
6
CHI3
Berwarna kuning,berbau khas
Triiklorometana/idioform padat
Bahan obat luka luar dan luka yang sudah abses (bisul)

Note:
Dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal dan hati
7
CCl4
Zat cair tak berwarna
Tetraklorometana/karbon tetraklorida cair
Bahan pelarut lemak dan oli,bahan dasar freon,pencucian kering,memadamkan api
8
CFC
Freon Cair/Kloroflouro karbon
CHCl2F dan CCl2F2 cair untuk refrigerants pada AC dan kulkas serta pendorong pada aerosol,CCl2FCClF2 cair untuk pelarut zat pembersih kaca,gelas,lapisan logam
9
CF3 CHClBr
2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana cair
Obat bius
10
(CF2 CF2)n
Teflon
Pelais antilengket panci, wajan,setrika
11
C2H4Br2
1,2-dibromoetana cair
Zat asiktif pada bensin (pengganti (TEL)
12
H
l
Cl    C    Cl
l
Cl
Dikloro difenil trikloroetana (DDT)

Untuk insektisida
13
BFC
Bromokloro-difluorometana
Memadamkan api

Note :
Dilarang karena merusak lapisan ozon
14
C2H3Cl
Vinilklorida
monomer pembuatan PVC (plastik)
15

Kloroprena
Bahan dasar pada industri plastik dan karet
16
C2H3Cl3

Pelarut polar
17
C3H5Br2Cl
1,1-dibromo-1-kloro propana
Intsektisida pertanian
18
DDT
Dikloro difenil trikloro etana
insektisida
19
HFC
Hidrofluorokarbon,
digunakan pada pendingin, mengembangkan plastik yang memuai dan sebagai bahan bakar dalam aerosol.
20

Hidrokarbon
Senyawa-senyawa ini juga tidak memiliki pengaruh terhadap lapisan ozon
Senyawa-senyawa ini sangat mudah terbakar dan terlibat dalam masalah-masalah lingkungan seperti pembentukan kabut fotokimia.
21
CF2=CF2
Tetrafluoroetena
digunakan untuk membuat poli (tetrafluoroetena) – PTFE.
22
CH2=CHCl,
Kloroetena,
digunakan untuk membuat poli(kloroetea) – biasa disebut PVC.
23
CHCl3
Kloroform
obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak, lilin, dan minyak. Namun demikian, efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius, kecuali untuk penelitian di laboratorium
24
CHI3
Iodoform
berwujud padat pada suhu kamar, berwarna kuning, dan mempunyai bau yang khas
sebagai antiseptik
25
CCl4
Tetraklorokarbon
zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air.
tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Selain itu, juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak
26
CF2Cl2
Fluorokarbon
senyawa karbon yang mudah menguap, tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan tidak berbau, digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol